RaFa 

Konsultan Skripsi, Tesis, Pengolahan Data Statistisk, Konsultan SDM & Translator

Blog

Tips & Trik

view:  full / summary

Cara Memasukkan dan Mengolah Data Menggunakan SPSS

Posted by rafa_consulting on March 21, 2017 at 10:35 PM Comments comments (64)

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

 

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

 

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistical Product and Service Solutions.

 

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

 

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

 

Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.

Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.

Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.

Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.

Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.

Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.

Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.

Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.

Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

 

Menu yang terdapat pada SPSS adalah :

1. FILE

Untuk operasi file dokumen SPSS yang telah dibuat, baik untuk perbaikan pencetakan dan sebagainya. Ada 5 macam data yang digunakan dalam SPSS, yaitu :

1. Data : dokumen SPSS berupa data

2. Systax : dokumen berisi file syntax SPSS

3. Output : dokumen yang berisi hasil running out SPSS

4. Script : dokumen yang berisi running out SPSS

5. Database

♠ NEW : membuat lembar kerja baru SPSS

♠ OPEN : membuka dokumen SPSS yang telah ada

Secara umum ada 3 macam ekstensi dalam lembar kerja SPSS, yaitu :

1. *.spo : file data yang dihasilkan pada lembar data editor

2. *.sav : file text/obyek yang dihasilkan oleh lembar output

3. *.cht : file obyek gambar/chart yang dihasilkan oleh chart window

♠ Read Text Data : membuka dokumen dari file text (yang berekstensi txt), yang bisa dimasukkan/dikonversi dalam lembar data SPSS

♠ Save : menyimpan dokumen/hasil kerja yang telah dibuat.

♠ Save As : menyimpan ulang dokumen dengan nama/tempat/type dokumen yang berbeda

♠ Page Setup : mengatur halaman kerja SPSS

♠ Print : mencetak hasil output/data/syntaq lembar SPSS

Ada 2 option/pilihan cara mencetak, yaitu :

- All visible output :mencetak lembar kerja secara keseluruhan

- Selection : mencetak sesuai keinginan yang kita sorot/blok

♠ Print Preview : melihat contoh hasil cetakan yang nantinya diperoleh

♠ Recently used data: berisi list file data yang pernah dibuka sebelumnya.

♠ Recently used file : berisi list file secara keseluruhan yang pernah dikerjakan

 

2. EDIT

­Untuk melakukan pengeditan pada operasi SPSS baik data, serta pengaturan/option untuk konfigurasi SPSS secara keseluruhan.

♠ Undo : pembatalan perintah yang dilakukan sebelumnya

♠ Redo : perintah pembatalan perintah redo yang dilakukan sebelumnya

♠ Cut : penghapusan sebual sel/text/obyek, bisa dicopy untuk keperluan tertentu dengan perintah dari menu paste

♠ Paste : mempilkan sebua sel/text/obyek hasil dari perintah copy atau cut

♠ Paste after : mengulangi perintah paste sebelumya

♠ Paste spesial : perintah paste spesial, yaitu bisa konvesri ke gambar, word, dll

♠ Clear : menghapusan sebuah sel/text/obyek

♠ Find : mencari suatu text

♠ Options : mengatur konfigurasi tampilan lembar SPSS secara umum

 

3. VIEW

Untuk pengaturan tambilan di layar kerja SPSS, serta mengetahu proses-prose yang sedang terjadi pada operasi SPSS.

♠ Status Bar : mengetahui proses yang sedang berlangsung

♠ Toolbar : mengatur tampilan toolbar

♠ Fonts : untuk mengatur jenis, ukuran font pada data editor SPSS

- Outline size : ukuran font lembar output SPSS

- Outline font : jenis font lembar output SPSS

♠ Gridlines : mengatur garis sel pada editor SPSS

♠ Value labels : mengatur tampilan pada editor untuk mengetahui value label

4. DATA

Menu data digunakan untuk melakukan pemrosesan data.

♠ Define Dates : mendefinisikan sebuah waktu untuk variable yang meliputi jam, tanggal, tahun, dan sebagainya

♠ Insert Variable : menyisipkan kolom variable

♠ Insert case : menyisipkan baris

♠ Go to case : memindahkan cursor pada baris tertentu

♠ Sort case : mengurutkan nilai dari suatu kolom variable

♠ Transpose : operasi transpose pada sebuah kolom variable menjadi baris

♠ Merge files : menggabungkan beberapa file dokumen SPSS, yang dilakukan dengan penggabungan kolom-kolom variablenya

♠ Split file : memecahkan file berdasarkan kolom variablenya

♠ Select case : mengatur sebuah variable berdasarkan sebuah persyaratan tertentu

5. TRANSFORM

Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data.

♠ Compute : operasi aritmatika dan logika untuk

♠ Count : untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu

♠ Recode : untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu, sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru

♠ Categorize variable : merubah angka rasional menjadi diskrit

♠ Rank case : mengurutkan nilai data sebuah variabel

6 6. ANALYSE

Menu analyse digunakan untuk melakukan analisis data yang telah kita masukkan ke dalam komputer. Menu ini merupakan menu yang terpenting karena semua pemrosesan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan menu correlate, compare mens, regresion.

7 7. GRAPH

Menu graph digunakan untuk membuat grafik, diantaranya ialah bar, line, pie, dll

8 8. UTILITIES

Menu utilities dipergunakan untuk mengetahui informasi variabel, informasi file, dll

9 9. AD-ONS

Menu ad-ons digunakan untuk memberikan perintah kepada SPSS jika ingin menggunakan aplikasi tambahan, misalnya menggunakan alikasi Amos, SPSS data entry, text analysis, dsb

1 10. WINDOWS

Menu windows digunakan untuk melakukan perpindahan (switch) dari satu file ke file lainnya

1 11. HELP

Menu help digunakan untuk membantu pengguna dalam memahami perintah-perintah SPSS jika menemui kesulitan

TOOL BAR : Kumpulan perintah – perintah yang sering digunakan dalam bentuk gambar.

POINTER : Kursor yang menunjukkan posisi cell yang sedang aktif / dipilih.

 

 

Memasukkan dan mengolah data ke spss :

Menu utama program SPSS ini ditunjukan pada lingkaran seperti yang tampak dibawah ini

 

Tampilan layar SPSS ada 2 yaitu Data view dan variabel view yang dtunjukan dibawah ini

 

 

Data view adalah data yang tampilannya seperti exel, data view ini sebagai lembar kerja.

Untuk melihat tampilan data view,dengan meng-klik tulisan (data view)

Dan tampilannya sebagaiberikut :

 

 

Sedangkan variable view berperan sebagai definisi operasional yang hasilnya nanti akan terlihat di data view. Untuk melihat tampilan variable view, dengan meng-klik (variable view) sepeti di tunjukan lingkaran merah,dan tampilan variable view seperti dbawah ini

 

 

Inilah pengenalan Program SPSS secara garis besar.

 

Untuk mengenal SPSS lebih jauh, mari kita mencoba mengolah data menggunakan analisis regresi dengan menggunakan SPSS 12.0

 

Hal pertama yang kita lakukan adalah memasukan data pada halaman DATA VIEW di SPSS,kemudian ketik nilai variabel-variabel (Y,X1, dan X2)

 

Pada halaman VARIABEL VIEV, dalam kolom Name ketik simbol (Y,X1,X2 ) dan pada Kolom Label ketikan nama Variabel ( Daerah,Sales,Promo dan Outlet)

 

Pada kolom Type, variabel Y di pilih tipe Srting karena data yang ditampilkan pada DATA VIEW berupa huruf (nama daerah) sedangkan pada variabel X1,X2,X3 dipilih type Numeric karena data yang dtampilkan berupa angka.

 

 

Selanjutnya untuk mengolah data menggunakan analisis regresi, lakukan langkah-langkah berikut.

Klik Analyze, Regression, Linear

 

 

Sehingga tampak tampilan seperti dibawah ini.

 

Kemudian pindahkan Promo(x1),Outlet(x2) ke dalam kotak independent(s) dan Sales (y) pada kotak dependen seperti dibawah ini.

 

Kemudian klik ”statistics” sperti yang ditunjukan dibawah ini.

 

Selanjutnya akan tampak tampilan sperti dibawah ini, kemudian beri centang pada Estimates, Model fit, R Squared change,Descriptives,part and partial correlations,collinerity diagnostics

 

klik continue..

 

 

Selanjutnya akan tampil menu semula kemudian klik plot..

 

 

Kemudian tampilan plot sebagai berikut,,

Dan masukan *SDRESID pada Y dan *ZRESID pada X seperti dibawah ini,kemudian klik ”continu sehinnga tampilannya menjadi sebagai berikut :

 

kemudian akan tampak tampilan semula lalu Klik ”ok”

 

Sehingga secara otomatis lembar output dari pengolahan data menggunakan analisis regresi dengan spss 12.0 ini ditampilkan seperti dibawah ini..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demikianlah salah satu cara memasukkan dan mengolah data menggunakan SPSS . Untuk anda ketahui ,disini saya menggunakan SPSS 12 . Sekarang udah ada yang terbaru dan mungkin tampilannya sedikit berbeda . Selamat Mencoba ! :)

KIAT SUKSES MENGHADAPI SIDANG SKRIPSI or TESIS

Posted by rafa_consulting on December 10, 2014 at 8:00 AM Comments comments (0)

Pada artikel saya kali ini, saya akan membahas bagaimana menghadapi sidang skripsi (ujian skripsi). Perlu diketahui bahwa ujian skripsi merupakan penentuan seorang mahasiswa dinyatakanlulus atau tidak. Maka dari itulah, agar proses sidang skripsi berjalan lancar, alangkah baiknya jika anda melakukan hal-hal dibawah ini yang telah saya lakukan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kawan-kawan semua. Saya tidak akan menjamin kawan-kawan lulus, tapi dengan pengalaman saya, saya akan membantu kawan-kawan semua menghadapinya.

 

Yang perlu dipersiapkan sebelum ujian skripsi :

 

 

Berdoa kepada Tuhan YME. Syukurilah semua perjuangan kawan selama mengerjakan skripsi, setelah itu mintalah kepada Tuhan agar nanti diberikan kelancaran dan dapat lulus dengan sukses.

Peljarilah kembali skripsi kawan-kawan. Pahamilah isinya, buatlah daftar perkiraan pertanyaan dosen penguji. Perkirakanlah pertanyaan apa saja yang nantinya akan dilontarkan dosen penguji kepada anda. Setelah itu buatlah jawaban dari perkiraan pertanyaan tersebut dengan sebaik mungkin.

Persiapkan buku-buku dan literatur yang dapat membantu kawan-kawan saat proses sidang.

Carilah informasi mengenai siapa sajakah dosen penguji yang akan menguj kawan. Cari tahu wataknya, pembawaannya, background pendidikannya, agar nantinya kawan dapat siap lahir bathin bertatap muka dengan beliau.

Persiapkanlah pakaian yang rapi (biasanya hem putih, celana kain hitam, sepatu fantofel hitam, kaos kaki hitam, sabuk hitam, dan almamater universitas). Persyaratan pakaian ini biasanya diatur oleh masing-masing fakultas/jurusan/universitas. Juga jangan lupa untuk tampil maksimal, bersih, bersinar, tampan/cantik, dan tidak terlalu berlebihan.

Jagalah kesehatan anda, jangan sampai anda sakit, sehingga dapat mengurangi performa anda pada saat menghadapi sidang skripsi.

Siapkanlah kue untuk para dosen (hal ini terserah anda). Jujur, saya sendiri tidak melakukan hal ini, karena menurut saya hal ini termasuk tindakan menyuap secara tak langsung, dan tentunya tergantung dari dosen kawan sekalian. Ada dosen yang menolak, dan juga ada dosen yang suka disuap. Berhati-hatilah dalam melakukannya, karena ada beberapa dosen yang tersinggung dan marah jika anda memberi mereka bingkisan, dan tentunya hal ini akan mempengaruhi citra dan nilai anda di mata dosen.

Siapkanlah handout presentasi anda, biasanya dosen memperkenankan anda untuk mempresentasikan skripsi anda. Alangakah baiknya jika anda menyiapkan slide power point sebagai media anda presentasi anda, hal ini akan menambah nilai dan citra anda.

 

 

Baiklah, setelah anda mempersiapkan semuanya, langkah selanjutnya ialah pada saat proses berlangsungnya ujian/sidang skripsi. Adapun yang perlu dilakukan menurut pengalaman saya ialah :

 

 

Berpresentasilah dengan singkat dan padat, menurut pengalaman saya, waktu yang diberikan untuk presentasi ialah antara 15-20 menit.

Santai saja, sidang skripsi itu sama halnya dengan seminar proposal skripsi kok :) , hanya saja lebih formal dan serius. Jangan terlalu gugup, pada awal-awal mungkin akan gugup, tapi setelah anda memulainya, anda akan terbiasa.

Jika Dosen memberikan pertanyaan, jawablah dengan nada dan ekspresi yang meyakinkan. Jangan bertele-tele, langsung saja pada pointnya.

Jika dosen memanas-manasi atau menegur dengan kata-kata/tindakan yang menyakitkan, jawablah dan lawanlah dengan santai,jangan lantas anda langsung down. Biasanya hal ini jarang terjadi, tergantung dari dosennya juga (mungkin saja akting, atau dosennya lagi ada masalah). Sejak awal anda menjadi mahasiswa berusahalah untuk dikenal baik di mata dosen, agar dosen juga tak tega untuk men-down-kan anda.

Setiap kritikan dan masukan ada kalanya untuk dilawan/dipertahankan. Namun jika masukan dan kritikan dosen tersebut masuk akal, logis, dan membangun, sebaiknya anda menerimanya dan mengucapkan terima kasih. Perlu saya beritahu bahwa ujian skripsi pada intinya ialah bagaimana anda mempertahankan skripsi anda agar diterima, namun pembelaan dari anda yang terlalu ngotot, tidak rasional, keras kepala, dan maunya sendiri akan merusak citra dan penilaian penampilan anda dalam sidang skripsi.

Catatlah semua pertanyaan dan masukan dari dosen.

Gunakanlah muka dan ekspresi yang santai, bersahabat, gerak tubuh yang tidak dibuat-buat. Natural saja :)

Pakailah kata-kata yang sopan, nada suara (intonasi) yang biasa saja (jangan berteriak bro :D )

 

 

Setelah itu semua dilalui, maka sudah saatnya keputusan lulus/tidaknya kawan-kawan dibuat. Biasanya sebelum diberikan keputusan, kawan-kawan sekalian akan disuruh keluar ruangan terlebih dahulu, hal ini dimaksudkan agar dosen dapat berembuk di dalam mengenai keputusan dan nasib kawan. Selagi menunggu, berdoalah dengan khidmat kawan, Tuhan pasti mendengar doa kalian :) trust me, it works.

Setelah menunggu sekian menit di luar, maka anda akan dipanggil lagi ke dalam ruang sidang. Hasil dari sidang skripsi itu ada 3 macam kawan :

 

 

Lulus tanpa revisi(perbaikan). Wah, yang ini biasanya skripsinya sudah dikerjakan dengan sangat sempurna, tapi kemungkinannya sangat sedkit kawan. Tapi saya percaya kawan-kawan pembaca mudah-mudahan lulus tanpa revisi, Amiin :)

Lulus dengan revisi(perbaikan). Naah, yang ini nih paling banyak. Biasanya mahasiswa lulus dengan cara ini. Setiap mahasiswa berbeda, ada yang sedikit revisi, ada yang banyak revisi sana-sini. Tapi tetap syukuri saja kawan, biasanya kalau anda disuruh untuk merevisi skripsi kawan, tandanya skripsi kawan sekalian sudah diterima, tentunya dengan syarat harus diperbaiki. :)

Tidak lulus. Wah, yang ini biasanya jarang terjadi kawan, kalau hal ini terjadi pada kawan, berarti ada kesalahan fatal dari skripsi kawan, penampilan, dan citra kawan sendiri di mata dosen.

 

 

Jika kawan-kawan langsung dinyatakan lulus tanpa revisi, biasanya dosen akan mengatakan pada saat itu juga. Bersukurlah kawan, dan ucapkan terima kasih kepada para dosen. Saya juga ucapkan selamat ya kawan.

Jika kawan-kawan di suruh melakukan revisi, biasanya dosen akan mengatakan "untuk hasilnya belum bisa kami umumkan sekarang, karena ada beberapa yang harus diperbaiki", tetaplah bersyukur kawan, karena sesungguhnya kawan sudah lulus dengan nilai yang dirahasiakan. Maka dari itulah kawan-kawan segera melakukan bimbingan revisi skripsi kepada dosen penguji dan pembimbing. Jika kawan-kawan melakukan revisi dengan bersungguh-sungguh dan secepat mungkin, maka nilai kawan-kawan akan naik. Bisa saja awalnya nilai kawan sekalian adalah B+, namun setelah melihat kegigihan kawan melakukan revisi, dosen penguji dan pembimbing akan sepakat untuk menaikkan nilai kawan menjadi A. :)

Untuk kawan-kawan yang belum lulus, hadapi saja dengan santai kawan. Bersabarlah, kegagalan kawan bukan berarti aib buruk. Percayalah bahwa rencana tuhan pasti berakhir baik, dan saya percaya akan hal itu. :)

 

Ok, mungkin itu saja pengalaman yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan sekalian. Semoga skripsi kawan-kawan cepat selesai dan lulus dengan lancar, Amiin.. :)

Bagi kawan-kawan yang ingin berbagi pengalaman atau menambah kiat-kiat sukses ini atau ada yang perlu ditanyakan, silahkan komentari artikel sederhana ini. :)

 

Sekali lagi semoga diberi kelancaran ya.. dan sukses selalu.. :)

Teknik Analisa dengan AMOS

Posted by rafa_consulting on May 31, 2014 at 9:25 AM Comments comments (0)

1. Tahap Satu: Membuat permodelan struktural. Permodelan struktural yang menggambarkan pengaruh antar variabel yang dihipotesakan. Penelitian ini akan melihat pengaruh variabel laten (Persepsi Harga dan Citra Merek) terhadap variabel laten (Keputusan Pembelian)

2. Tahap Dua: Menyusun diagram jalur.

3. Tahap Tiga: Mengubah diagram jalur menjadi persamaan struktural

4. Tahap Empat: Memilih matrik Input untuk analisis data. Matriks input yang digunakan adalah kovarian, karena yang diuji dalam penelitian ini adalah pengaruh kausalitas, karena penggunaan matriks varian/ kovarians pada saat pengujian teori akan lebih memenuhi asumsi- asumsi metodologi dimana standart error yang dilaporkan akan menunjukan angka yang lebih akurat dibandingkan menggunakan matriks korelasi. Estimasi model menggunakan teknik maximum likelihood estimation method.

5. Tahap Lima: Menilai identifikasi model. Problem identifikasi pada prinsipnya adalah penilaian mengenai ketidakmampuan dari model yang dikembangkan untuk menghasilkan estimasi yang unik. Gejala-gejala problem identifikasi antara lain: Standart error pada satu atau beberapa koefisien sangat besar, Muncul angka-angka yang aneh seperti 73 varians error negatif, Muncul korelasi yang sangat tinggi antar koefesien estimasi ( > 0.90) (Ghozali, 2008, p.64-65).

6. Tahap Enam: mengevaluasi estimasi model. Evaluasi model dilakukan dengan evaluasi kriteria Goodness of Fit Indices dengan memperhatikan Cut-off value dan hasil model.

7. Tahap Tujuh Interpretasi Model. Dengan memperhatikan nilai koefisien jalur / regresi terstandar pengaruh antar variabel dan nilai P value akan menjawab hipotesis penelitian.

Judul Tesis Manajemen

Posted by rafa_consulting on February 6, 2014 at 10:40 PM Comments comments (0)

  1. PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN X
  2. ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN KARYAWAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DINAS KEBERSIHAN KOTA X
  3. KONTRIBUSI PELATIHAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRESTASI PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA PALANGKA RAYA DOWNLOAD!!
  4. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. AGU BUTONG KELAPA SAWIT MUARA TEWEH PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
  5. ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA KARYAWAN (Suatu Studi pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang)
  6. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA PALANGKA RAYA
  7. PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI PT. KERTAS LECES (PESERO) LECES – PROBOLINGGO (Studi kasus pada bagian produksi PT. Kertas Leces (Pesero))
  8. ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI NON STRUKTURAL SEKRETARIAT DAERAH KOTA MALANG
  9. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BUDAYA ORGANISASI DALAM KAIZEN YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Kadera-AR Indonesia di Jakarta)
  10. PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI BANK JATIM CABANG BLITAR ( Suatu Studi Pada Bank Jatim Cabang Blitar) DOWNLOAD
  11. ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PEMIMPIN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. MADUKARA MALANG
  12. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PERAWATAN PADA RUMAH SAKIT ISLAM SAMARINDA DOWNLOAD!!
  13. ANALISIS PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Karyawan PT. Hortibima International di Singosari Malang)
  14. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA ANGGOTA TOPOGRAFI KODAM V/BRAWIJAYA
  15. ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. WASTRA INDAH BATU
  16. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KOTA MALANG
  17. PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN PELATIHAN TERHADAP PRESTASI (Studi Pada Petugas Lapangan Keluarga Berencana di Kantor BKKBN Kota Probolinggo Propinsi Jawa Timur) DOWNLOAD!!
  18. ANALISIS PENGARUH UNSUR-UNSUR BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR AREA PELAYANAN DAN JARINGAN MALANG
  19. ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN BENGKEL PADA CV. MUSIKA MOJOKERTO
  20. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN (Studi Kasus pada PDAM Kab. Dati II Buleleng-Bali)
  21. ANALISIS PENGARUH PERSEPSI FAKTOR-FAKTOR KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PT. BCA KCU MALANG
  22. PENGARUH MOTIVASI, KEAHLIAN DAN PERSEPSI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA KENDARI-SULAWESI TENGGARA
  23. PENGARUH SIFAT DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA P.T. MERAPI UTAMA PHARMA MALANG
  24. ANALISIS FAKTOR–FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA PT. GATRA MAPAN CABANG PAKIS MALANG
  25. FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi Kasus di Dinas Pendapatan Pemerintah Kota Malang)
  26. ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Terhadap Karyawan Bagian Produksi Perusahaan Garam “Boediono” Pamekasan Madura)
  27. ANALISIS PENGARUH KINERJA MANAJER, PARTISIPASI, DAN MOTIVASI ANGGOTA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA KOPERASI KARYAWAN (KOPKAR) PT TELKOM PALANGKA RAYA
  28. ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Sub Dolog Wilayah XI Jember)
  29. PENGARUH LINGKUNGAN, PERILAKU, STRUKTUR ORGANISASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KINERJA KARYAWAN PENGOLAH DATA PEMERINTAH KOTA MALANG
  30. ANALISIS HUBUNGAN UNSUR-UNSUR KARAKTERISTIK BUDAYA PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KARYAWAN Studi Kasus pada PT. Surya Zig Zag Kediri
  31. ANALISIS PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA (QUALITY OF WORK LIFE) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KSP ”TUNAS ARTHA MANDIRI" PROPINSI JAWA TIMUR

Uji Kolmogorov - Smirnov

Posted by rafa_consulting on November 6, 2013 at 9:05 AM Comments comments (0)

Uji Kolmogorov-Smirnov (Chakravart, Laha, dan Roy, 1967) biasa digunakan untuk memutuskan jika sampel berasal dari populasi dengan distribusi spesifik/tertentu.

Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji ‘goodness of fit‘ antar distribusi sampel dan distribusi lainnya, Uji ini membandingkan serangkaian data pada sampel terhadap distribusi normal serangkaian nilai dengan mean dan standar deviasi yang sama. Singkatnya uji ini dilakukan untuk mengetahui kenormalan distribusi beberapa data. Uji Kolmogorov-Smirnov merupakan uji yang lebih kuat daripada uji chi-square ketika asumsi-asumsinya terpenuhi. Uji Kolmogorov-Smirnov juga tidak memerlukan asumsi bahwa populasi terdistribusi secara normal.

 

Hipotesis pada uji Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut:

 

H0 : data mengikuti distribusi yang ditetapkan

Ha : data tidak mengikuti distribusi yang ditetapkan

 

Keunggulan Uji Kolmogorov-Smirnov dibanding Uji Chi Square:

 

1. CS memerlukan data yang terkelompokkan, KS tidak memerlukannya.

2. CS tidak bisa untuk sampel kecil, sementara KS bisa.

3. Oleh karena data Chi Square adalah bersifat kategorik. Maka ada data yang terbuang maknanya.

4. KS lebih fleksibel dibanding CS.

 

Ilustrasi:

 

Jika kita ingin melihat apakah distribusi data harga kakao pasar spot Makassar dengan bursa berjangka NYBOT menyebar normal. Data yang diberikan adalah dalam US$/ton sebagai berikut:

 

 

 

Uji Kolmogorov-Smirnov terhadap kenormalan data dengan SPSS 17.0 adalah sebagai berikut:

 

1. Setelah data dimasukkan ke dalam worksheet SPSS, Pilih Analyze – Non Parametric test – 1 sample K-S, seperti berikut:

 

 

2. Masukkan sampel yang akan diuji ke dalam box text variable list (satu sampel atau semua sampel), kemudian pada Test Distribution pilih Normal. Kemudian klik OK:

 

 

3. Output:

 

 

 

4. Interpretasi:

 

Nilai Most Extreme Differences Absolute diatas merupakan nilai statistik D pada uji K-S, nilai D pada uji terhadap masing-masing variabel diatas adalah 0,160 dan 0,223, artinya (p>0,05), maka cukup bukti untuk menerima H0, dimana data terdistribusi secara normal.

 

Nilai Z pada uji ini juga dapat dilihat dan paling sering digunakan sebagai indikator, dimana nilainya berturut-turut untuk Makassar dan NYBOT adalah 0,699 dan 0,974, berarti p>0,05, maka H0 dapat diterima bahwa data terdistribusi secara normal.(yoz)

Uji Validitas dan Reliabilitas

Posted by rafa_consulting on October 29, 2013 at 9:20 AM Comments comments (144)

Pada banyak penelitian, desain penelitian yangdilakukan adalah dengan menggunakan instrumen kuesioner.Pada desain dengankuesioner tersebut terdapat pengukuran dari variabel.Pada penyusunan kuesioner,salah satu kriteria kuesioner yang baik adalah validitas dan reliabilitaskuesioner. Validitas menunjukkan kinerja kuesioner dalam mengukur apa yangdiukur, sedangkan reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner tersebut konsistenapabila digunakan untuk mengukur gejala yang sama. Tujuan pengujian validitasdan reliabilitas kuesioner adalah untuk meyakinkan bahwa kuesioner yang disusunakan benar-benar baik dalam mengukur gejala dan menghasilkan data yang valid.

A. Uji Validitas

Sebagaimana dikemukakan di muka, bahwa validitasadalah ukuran yang menunjukkan sejauhmana instrumen pengukur mampu mengukur apayang ingin diukur. Terdapat beberapa jenis validitas:

  1. ValiditasKonstruksi. Suatu kuesioner yang baik harus dapat mengukur denganjelas kerangkadari penelitan yang akan dilakukan. Jadi misalkan dalampengukuran konseptentang kepuasan pelanggan, maka kuesioner tersebutdikatakan valid jika mampumenjelaskan dan mengukur kerangka konsepkepuasan pelanggan.
  2. ValiditasIsi. Validitas isi adalah suatu alat yang mengukur sejauh mana kuesioner ataualat ukur tersebut mewakili semua aspek yang dianggap sebagai kerangka konsep.
  3. ValiditasPrediktif. Validitas prediktif adalah kemampuan dari kuesioner dalammemprediksi perilaku dari konsep.

Untuk melakukan uji validitas, metode yang dilakukanadalah dengan mengukur korelasi antara butir-butir pertanyaan dengan skorpertanyaan secara keseluruhan. Tahap-tahap yang harus dilakukan untuk melakukan pengujian validitas adalah:

  1. Mendefinisikansecara operasional suatu konsep yang akan diukur. Jadi untuk menguji validitassuatu konsep, tahap awal yang harus dilakukan adalah menjabarkan konsep dalamsuatu definisi operasional.
  2. Melakukanuji coba pada beberapa responden. Uji coba minimal dilakukan terhadap 30 orang.
  3. Mempersiapkantabel tabulasi jawaban.
  4. Menghitungnilai korelasi antara masing-masing skor butir jawaban dengan skor total daributir jawaban.

B. Uji Reliabilitas

Apabila suatu alat pengukuran telah dinyatakanvalid, maka tahap berikutnya adalah mengukur reliabilitas dari alat.Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalammengukur gejala yang sama di lain kesempatan. Misalkan tersedia kuesioner yangmengukur kepuasan konsumen, maka hasil kuesioner tersebut akan sama jikadigunakan untuk mengukur kepuasan konsumen pada penelitian yang lain.

Setelah pengujian validitas kuesioner, makakuesioner dapat diuji reliabilitasnya.Sebagaimana dikemukakan di muka,reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan kestabilan dalam mengukur.Kestabilan di sini berarti kuesioner tersebut konsisten jika digunakan untukmengukur konsep atau konstruksi dari suatu kondisi ke kondisi yang lain.Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara One shot. Pada teknik inipengukuran dilakukan hanya pada satu waktu, kemudian dilakukan perbandingandengan pertanyaan yang lain atau dengan pengukuran korelasi antar jawaban. Padaprogram SPSS, metode ini dilakukan dengan metode Cronbach Alpha, di mana suatukuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60.

 

Uji Asumsi Klasik

Posted by rafa_consulting on October 29, 2013 at 9:15 AM Comments comments (214)

A. UjiNormalitas

Uji normalitas adalah pengujiantentang kenormalan distribusi data.Penggunaan uji normalitas karena padaanalisis statistik parametik, asumsi yang harus dimiliki oleh data adalah bahwadata tersebut harus terdistribusi secara normal. Maksud data terdistribusisecara normal adalah bahwa data akan mengikuti bentuk distribusi normal(Santosa&Ashari, 2005:231).

Uji normalitas bisa dilakukandengan dua cara. Yaitu dengan "Normal P-P Plot" dan "TabelKolmogorov Smirnov".Yang paling umum digunakan adalah Normal P-P Plot.

Pada Normal P-P Plot prinsipnyanormalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbudiagonal grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya.

Dasar pengambilan keputusan:

  1. Jika datamenyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal ataugrafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresimemenuhi asumsi normalita
  2. Jika data menyebar jauh garis diagonal dan/atautidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkanpola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas(Ghozali 2007:110-112).

B. UjiMultikolinieritas

Uji ini bertujuan untuk mengujiapakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas(independen).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.Jika variabel independen saling berkorelasi, makavariabel-variabel ini tidak ortogonal (Ghozali 2007:91).Untuk mendeteksi adanyamultikolinearitas, dapat dilihat dari Value Inflation Factor (VIF).Apabilanilai VIF > 10, terjadi multikolinieritas.Sebaliknya, jika VIF < 10,tidak terjadi multikolinearitas (Wijaya, 2009:119).

C. UjiHeteroskedastisitas

Pengujian ini digunakan untukmelihat apakah variabel pengganggu mempunyai varian yang sama atau tidak.Heteroskedastisitas mempunyai suatu keadaan bahwa varian dari residual suatupengamatan ke pengamatan yang lain berbeda. Salah satu metode yang digunakanuntuk menguji ada tidaknya Heterokedastisitas akan mengakibatkan penaksirankoefisien-koefisien regresi menjadi tidak efisien. Hasil penaksiran akanmenjadi kurang dari semestinya. Heterokedastisitas bertentangan dengan salahsatu asumsi dasar regresi linear, yaitu bahwa variasi residual sama untuksemua  pengamatan atau disebut  homokedastisitas (Gujarati dalamElmasari, 2010:53)

Untuk mendeteksi ada atau tidaknyaheteroskedastisitas yaitu dengan melihat grafik Plot antara nilai prediksivariabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi adaatau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknyapola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Yadalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesuungguhnya)yang telah di-studentized.

Dasar analisisnya adalah sebagai berikut:

  1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang adamembentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudianmenyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
  2. Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebardi atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadiheteroskedastisitas.

D. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi merupakanpengujian asumsi dalam regresi dimana variabel dependen tidak berkorelasidengan dirinya sendiri.Maksud korelasi dengan diri sendiri adalah bahwa nilaidari variabel dependen tidak berhubungan dengan nilai variabel itu sendiri,baik nilai variabel sebelumnya atau nilai periode sesudahnya(Santosa&Ashari, 2005:240).

Dasar pengambilan keputusannyaadalah sebagai berikut:

  1. Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasipositif
  2. Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak adaautokorelasi
  3. Angka D-W di atas +2berarti ada autokorelasi negative

CEPAT OPERASIONAL SEM (Structural Equation Modeling) TAHAP INPUT DATA

Posted by rafa_consulting on August 28, 2013 at 8:10 AM Comments comments (0)

1. Simpan Data ordinal (semua indicator/item) dalam program SPSS dengan format .asci (Tesis.asci)

2. Buka Program Lisrel

3. Ketik File - Import

4. Muncul box : number of variable ,isi dengan jumlah indicator (jumlah item pertanyaan)

5. Klik Data

6. Define Variabel : lalu isi semua keterangan yg ada dalam box

 

- Ubah nama variabel ke dalam setiap sub variabel 9dikelompokan) , Misal : MBE1, MBE2, dst\

- Variabel Type : ORDINAL

- Klik OK

- Save,  misal : Tesis Rename

- Close halaman tersebut

 


TAHAP OLAH DATA

1. File - New

2. Simplis Project

3. OK

4. Save as - misal :Tesis simplis

 

Lalu akan muncul lembar kosong, diisi dengan Rumus SEM *Lihat contoh Tesis Dian

5. RUN - Keluar Gambar Model SEM


Rss_feed